Beberapa Orang Akan Menyakitimu Lalu Bertindak Seolah-olah Kamulah Yang Menyakitinya

Konon jika kita berbuat baik, tentu akan mendapat perlakuan baik pula. Tapi semua wejangan itu tentu tak berlaku, jika kita bertemu orang yang memiliki sikap dengan dua sisi berbeda.


Tak hanya sulit untuk diterka, kelihaiannya memainkan peran pun tak perlu diragukan lagi. Dia bebas mengarang cerita dengan leluasa, tanpa berpikir bahwa ada perasaan yang harus dijaga.

Mungkin kita akan berpikir bahwa mereka hanya akan bertindak seperti itu pada orang-orang yang memang menyakitinya. Tapi faktanya, meski kita tak berbuat apa-apa dirinya bisa saja memutarbalikkan fakta. Lebih apesnya lagi, kita yang tak bisa menebak sikap aslinya hanya bisa pasrah sembari menunggu keajaiban turun dari langit.

Kita yang memiliki list pertemanan dengan jumlah yang cukup banyak, tentu tak dapat memilah orang-orang yang akan hadir dalam hidup. Mereka datang dengan begitu saja, ya kalau cocok tentu akan menjalin hubungan lebih lama.

Anehnya manusia yang hampir mirip dengan bunglon itu, sering kali membuat kita kesusahan untuk mengenali jati dirinya. Bukan berarti mereka tak baik, tapi memang ada beberapa hal yang sering kali membuat kita menggelengkan-gelengkan kepala keheranan setiap kali menyikapinya.

Bertemu Dengannya Membuat Kita Seperti Menonton Sebuah Drama

Jika selama ini kita hanya melihat kejadian tak menyenangkan lewat tayangan, kali ini kita mungkin akan merasakannya. Berperan sebagai aktor protagonis yang meski tak salah tapi sering disakiti, sedangkan dia hadir sebagai pemeran antagonisnya yang akan menyakiti.

Sebagian orang tentu tak akan langsung percaya dengan apa yang kita rasa. Lebih parahnya lagi bisa jadi mereka menilai ini sebagai bentuk dari sikap yang terlalu memperbesar masalah. Mereka tak tahu bahwa apa yang memang kita katakan ini bukanlah sebuah drama. Tapi kejadian nyata dari mereka yang katanya baik tapi tak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Karena Meski Sudah Menikam Dari Belakang, Dia Masih Bisa Terang-terangan Memfitnah Kita

Bagian ini bisa dikatakan jadi babak final dari apa yang sedang dia pertontonkan pada kita. Dia yang selama ini kita perlakukan baik, bisa saja malah membalasnya dengan hal sebaliknya.

Nampaknya sebuah jargon yang katanya perbuatan baik akan selalu berbuah baik, tentu tak berlaku untuknya. Meski kadang perbuatan baik membuat kita merasa aman, kadang jadi sesuatu yang harus dipertanyakan ketika berhadapan dengan makhluk berbisa yang bisa membunuh kapan saja. Tanpa merasa bersalah karena mungkin telah menjebak kita pada situasi sulit yang tak kita kuasai. Bahkan dia juga berani dengan terang-terangan mengacungkan pedang tepat di depan mata.

Dan Nampaknya Dia Memang Sengaja Diciptakan Untuk Menguji Kesabaran Kita

Kahadirannya tentu bukanlah sesuatu yang kita masukkan jadi angan dalam kehidupan. Tapi entah bagaimana caranya, sepertinya manusia seperti itu memang sengaja diciptakan.

Tanpa ingin mengkritisi ciptaan Tuhan yang nyatanya sama dengan kita. Bisa saja dia memang sengaja diciptakan seperti itu untuk menguji kesabaran diri.

Tak perlu protes atau merasa hidupmu sungguh tak asyik hanya karena kehadirannya. Anggaplah itu jadi salah satu cara untuk tetap memelihara sabar yang memang harus tetap dirawat.

Hingga Saat Memasuki Babak Yang Akan Menjadi Pengadilan Bagi Kita Dan Dirinya, Dia Malah Bersikap Layaknya Korban Yang Teraniaya

Selanjutnya mungkin akan ada beberapa kejanggalan yang sungguh tak masuk akal. Anggaplah kita tak sedang menyakiti siapa-siapa, tidak pula berniat untuk menyinggung perasaan siapa pun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bila Kehilangan adalah Jalan Terbaik, Lalu Apa Lagi Yang Kamu Pertahankan?

Ikhlaslah! Karena Hati yang Lapang Tidak Akan Pernah Punya Ruang Untuk Balas Dendam

Tak Perlu Sibuk Membalas Dia yang Jahat, Karena Pembalasan Allah Tidak Pernah Salah Alamat